Sistem keamanan melalui teknologi access control bertujuan mengurangi
kesempatan dan mengurangi kemampuan para pelaku yang akan berbuat
kejahatan. Sistem ini sudah dipakai oleh banyak perusahaan, termasuk di
beberapa gedung KG Palmerah Selatan dan Palmerah Barat dan sampai kini
ada sekitar 100 titik pintu access control.
Manfaat sistem ini cukup
banyak antara lain mencatat history atau informasi secara elektronik
mengenai waktu dan siapa saja yang masuk keluar melalui satu pintu atau
ke dalam ruangan yang sudah diproteksi. Rekaman informasi ini menjadi
data base dan sangat membantu proses investigasi saat terjadi kasus atau
insiden seperti misalnya kehilangan barang pribadi atau aset
perusahaan.
Sistem access control dilengkapi scanner elektronik,
berfungsi sebagai verifikasi informasi yang dimasukkan oleh pengguna.
Ketika informasi dimasukkan ke dalam scanner (baik dengan menggesekkan
atau menempelkan kartu akses atau memasukkan informasi biologis seperti
sidik jari, wajah, retina mata, dan sebagainya), reader kemudian memicu
penghantaran informasi ke pusat kontrol. Beberapa manfaat penggunaan
system ini antara lain mengurangi biaya operasional keamanan, membatasi
area publik karyawan dan tamu, kemampuan mencatat data masuk dan keluar
akses, serta kemampuan melindungi daerah sensitif atau sangat vital.
Sayangnya
kadangkala sistem ini mengalami masalah (error) sehingga akhirnya pintu
yang dipasangi access control menjadi tidak maksimal fungsinya, yang
akhirnya juga mengganggu aktivitas karyawan.
Berdasarkan data di Security Department Corporate Facility Management
ada beberapa penyebab “error-nya“ system ini, di antaranya:
1. Batere panel lemah
Disebabkan
karena batere pada setiap panel tidak mampu mensuplai arus listrik saat
terjadi pemadaman listrik. Batere harus diganti lebih kurang dua tahun
sekali.
2. Kumparan pada lock lemah
Disebabkan karena meang sudah lemah dan tidak mampu mengirim arus listrik. Kumparan juga harus diganti tiap dua tahun.
3. Tidak ada power (MCB diturunkan tidak sengaja).
Kadang
MCB system ini jadi satu dengan MCB power lain, sehingga karena
ketidaktahuan karyawan ketika mematikan MCB power lain MCB yang
terkoneksi dengan access control ikut mati.
4. Kartunya “Bermasalah“
Misalnya seperti dilubangi atau patah, atau terkenan cairan kimia.
5. Posisi Daun Pintu yang tidak simetris dengan lock.
Sebabnya
engsel pintu kendor dan handle door closer juga lemah, sehingga pintu
tidak tertutup normal atau bahkan bisa merusak keseluruhan sistem
Tidak ada komentar:
Posting Komentar